1. Marketing PR (MPR)
merupakan
salah satu fungsi hubungan masyarakat (humas) yang menggunakan
media tak berbayar untuk mengirimkan pesan positif mengenai suatu merk dengan tujuan untuk
memengaruhi konsumen dan mencapai peningkatan pemasaran produk.
Menurut Thomas L.Haris, MPR merupakan sebuah
proses perencanaan dan pengevaluasian program yang merangsang penjualan dan
pelanggan. Hal tersebut dilakukan melalui upaya komunikasi informasi yang
kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan perusahaan, produk, dengan
kebutuhan, serta perhatian pelanggan.
A. Peranan MPR
1.Memupuk citra positif perusahaan
dan produk di mata konsumen.
2.Melengkapi elemen promosi
periklanan suatu produk.
3.Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap
pesan-pesan yang disampaikan melalui jalur
public relation karena public relations merupakan fungsi manajemen yang menilai
sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan tata cara seseorang atau
organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu
program kegiatan untuk memperoleh pengertian, pemahaman, dan dukungan dari
publiknya.
B. Faktor Penyebab Dibutuhkannya MPR
1.Meningkatnya biaya promosi periklanan yang
tidak seimbang dengan hasil keuntungan yang diperoleh perusahaan.
2.Persaingan yang ketat dalam promosi dan publikasi,
baik melalui media cetak maupun elektronik.
3.Selera konsumen yang terlalu cepat berubah atau
tidak loyal terhadap suatu produk.
4.Menurunnya minat konsumen untuk memperhatikan
isi tayangan iklan
C. Bentuk-bentuk MPR
1.Pemberian berbagai hadiah menarik pada acara
tertentu.
2.Pelaksanaan Seminar,
diskusi bersama, dan open house.
3.Mengadakan program-program ajang khusus untuk
meningkatkan citra.
4.Mengadakan program yang bertujuan untuk memupuk
rasa sense of belonging konsumen terhadap perusahaan.
2. MICE
MICE, akronim bahasa Inggris dari "Meeting,
Incentive, Convention, and Exhibition" (Indonesia:
Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), dalam industri pariwisata
atau pameran,
adalah suatu jenis kegiatan pariwisata di mana suatu kelompok besar, biasanya direncanakan
dengan matang, berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu. Akhir-akhir ini
telah suatu kecenderungan pada para pelaku pasar pariwisata untuk mengganti
istilah ini menjadi " The Meetings Industry". Dunia MICE
adalah dunia yang belum terjamah dengan baik di Indonesia. Padahal dunia MICE
merupakan salah satu andalan pariwisata di beberapa negara maju. Dunia MICE
merupakan salah satu dunia bisnis yang menjanjikan. Namun baru sedikit sekali
pihak Indonesia yang mau bermain di dunia MICE. Mungkin salah satu penyebabnya
adalah kurangnya pengetahuan tentang MICE di Indonesia. Namun di Indonesia
sudah mulai ada lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan tentang MICE.
Banyak negara yang sudah menjadikan dunia MICE sebagai salah satu potensi
wisatanya.
Seperti Jepang dengan "Tokyo Motor Show", Jerman
dengan "Frankfurt Motor Show", dan lain sebagainya. Bahkan berbagai
biro perjalanan wisata telah membuat paket wisata mengunjungi berbagai event
MICE di berbagai belahan dunia. Ini adalah potensi bisnis yang besar. Dunia
MICE memiliki multiplier effect yang sangat besar. Sangat banyak lapangan
pekerjaan yang tercipta dari adanya event MICE di suatu negara. Puluhan roda
industri di dunia akan berputar dengan baik karena ada event MICE. Pihak pihak
yang akan mendapat keuntungan dari event MICE antara lain:
- Professional Exhibition Organizer (PEO),
- Professional Conference Organizer (PCO),
- Stan Kontraktor,
- Freight Forwarder,
- Supplier,
- Florist,
- Event Organizer,
- Hall Owner,
- Tenaga kerja musiman,
- Percetakan,
- Transportasi,
- Biro Perjalanan Wisata (BPW),
- Agen Perjalanan Wisata (APW),
- Hotel,
- Perusahaan Souvenir,
- UKM,
- dan masih sangat banyak lagi.
MICE di Indonesia
Kota-kota MICE di Indonesia antara lain Ayawasi, Jakarta,
Denpasar,
Jambi,
Jayapura,
Ujung Pandang,
Medan,
Manado,
Surabaya,
Batam,
Yogyakarta,
Padang,
Palembang.
Perkembangan MICE di Bali sudah mencapai hasil
yang cukup menggembirakan. Adanya elemen-elemen pariwisata terkait seperti
Dinas Pariwisata yang juga bekerjasama dengan Bali Hotels
Association, INCCA
(Indonesia Congress & Convention Association), ASITA, Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI),
dan institusi serupa membuat Bali sebagai tujuan MICE di dunia selanjutnya. Hal
ini terbukti dengan banyaknya event dunia yang diselenggarakan di Bali seperti UNFCC dan Bali Asian Beach Games
yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.
Disamping itu, perkembangan MICE di Bali telah
menjamah sektor perhotelah di Bali, dimana hampir semua hotel berbintang 5 di
Bali memiliki fasilitas standar meeting seperti meeting venue, dan
departemen yang mengatur berlangsungnya kegiatan MICE di hotel tersebut.
Biasanya MICE di organiser oleh Banquette Department.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar